Image


Tren Mobil Listrik di Indonesia 2025: Era Baru Transportasi Ramah Lingkungan

Industri otomotif Indonesia saat ini sedang memasuki fase transformasi besar — dari kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang lebih bersih dan efisien. Sejak awal 2020-an, pemerintah dan pelaku industri telah mempercepat adopsi mobil listrik sebagai bagian dari strategi mobilitas berkelanjutan dan pengurangan emisi karbon.

Dalam artikel ini, kita akan mengulas tren mobil listrik di Indonesia 2025, perkembangan infrastruktur, angka penjualan, tantangan, serta apa artinya ini bagi masa depan otomotif tanah air.


1. Gambaran Umum Tren Mobil Listrik di Indonesia

Pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia mengalami lonjakan signifikan sepanjang tahun 2025. Data terbaru menunjukkan bahwa segmen kendaraan listrik tumbuh sekitar 49% dibandingkan periode sebelumnya, dengan pangsa pasar mencapai sekitar 18% dari total penjualan mobil baru — posisi yang lebih tinggi dari rata-rata negara ASEAN lainnya. (PwC)

Selain itu, kepuasan pengguna EV sangat tinggi — hampir 99% pemilik merasa puas dengan kendaraan listrik mereka, yang dipengaruhi oleh biaya operasional lebih rendah dan pengalaman berkendara yang menyenangkan. (PwC)


2. Pertumbuhan Penjualan Mobil Listrik

Penjualan mobil listrik di Indonesia terus menunjukkan tren yang positif. Berdasarkan laporan industri otomotif:

  • Penjualan mobil listrik meningkat signifikan tahun 2025 dibandingkan 2024. (Otomotif ANTARA News)

  • Data GAIKINDO hingga Oktober 2025 mencatat penjualan mobil listrik sudah mencapai puluhan ribu unit, dengan model BEV terus mencatat pertumbuhan. (EVCar.id)

Perkembangan ini menunjukkan bahwa meskipun masih merupakan bagian kecil dari total pasar otomotif nasional, minat masyarakat terhadap mobil listrik semakin kuat.


3. Infrastruktur Charging: Tantangan dan Kemajuan

Salah satu faktor penting dalam adopsi mobil listrik adalah ketersediaan infrastruktur pengisian daya (charging). Pemerintah dan perusahaan energi telah berupaya membangun jaringan pengisian ini secara masif.

👉 Hingga tahun 2025, jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah mencapai ribuan unit yang tersebar di berbagai kota besar maupun daerah kecil di Indonesia. (The Jakarta Post)

PLN juga menawarkan berbagai insentif seperti potongan harga charging di jam tertentu dan diskon biaya pemasangan SPKLU rumah, sehingga penggunaan kendaraan listrik semakin menarik dan efisien. (The Jakarta Post)

Meskipun demikian, pembangunan infrastruktur masih dianggap belum merata, terutama di luar pulau Jawa dan Bali, sehingga menjadi fokus penting ke depannya.


4. Kebijakan Pemerintah Mendukung EV

Pemerintah Indonesia telah menerapkan sejumlah kebijakan pro-EV, termasuk:

📌 Insentif pajak kendaraan listrik
📌 Pengurangan bea masuk dan pembebasan PPnBM untuk model tertentu
📌 Dukungan pembangunan pabrik baterai dan komponen EV
📌 Target ambisius jumlah EV di jalan hingga 15 juta unit pada 2030*

Kebijakan semacam ini dimaksudkan untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik secara nasional, menarik investasi, serta menciptakan ekosistem EV yang lengkap.

(*Target ini bisa berubah tergantung kebijakan terbaru pemerintah.)


5. Tantangan yang Masih Dihadapi

Meskipun tren positif, adopsi mobil listrik di Indonesia menghadapi beberapa tantangan:

a. Harga Awal Masih Relatif Tinggi

Beberapa model EV masih memiliki harga jual lebih tinggi dibandingkan mobil BBM sejenis. Hal ini memengaruhi keputusan pembelian konsumen, terutama di segmen menengah ke bawah.

b. Ketergantungan Pada Infrastruktur Energi

Sebagian besar listrik di Indonesia masih berasal dari sumber fosil seperti batubara. Hal ini menimbulkan kritik bahwa “EV belum sepenuhnya bersih” secara energi.

c. Ketidakpastian Tren Pasar

Beberapa pakar memprediksi bahwa pertumbuhan EV mungkin akan melambat pada tahun mendatang jika insentif fiskal berubah atau kurang mendukung industri lokal. (Otomotif ANTARA News)


6. Mobil Listrik yang Populer di Indonesia

Beberapa merek dan model EV mendapatkan sambutan di pasar Indonesia, seperti kendaraan dari BYD, Wuling, Hyundai, dan brand lainnya. Beragam pilihan model BEV mulai dari city car hingga SUV membuat konsumen memiliki banyak opsi. (Otomotif Kompas)


7. Apa Artinya Semua Ini untuk Indonesia?

Pertumbuhan mobil listrik berarti:

➡️ Lingkungan lebih bersih, dengan emisi karbon yang berkurang
➡️ Biaya operasional lebih rendah bagi pemilik EV
➡️ Inovasi industri otomotif lokal dan asing makin berkembang
➡️ Indonesia menjadi bagian dari pasar EV global

Transformasi ini merupakan perjalanan jangka panjang. Namun, tren positif saat ini memberi sinyal kuat bahwa mobil listrik akan menjadi bagian penting dari masa depan otomotif Indonesia.


8. Kesimpulan

Tren mobil listrik di Indonesia memang menunjukkan pertumbuhan signifikan pada 2025, didukung oleh peningkatan penjualan, pengembangan infrastruktur SPKLU, dan dukungan kebijakan pemerintah. Namun, masih ada pekerjaan besar yang harus dilakukan, terutama di sektor harga, kesiapan infrastruktur, dan sumber energi yang bersih.

Dengan semakin banyaknya model EV yang tersedia dan investasi infrastruktur yang berlanjut, masa depan mobil listrik di Indonesia semakin terang — bukan hanya sebagai pilihan alternatif, tetapi sebagai normal baru mobilitas masa depan.


LIHAT SELENGKAPNYA KLIK