Kesalahan Membeli Mobil Bekas yang Sering Terjadi dan Jarang Disadari Pembeli

Membeli mobil bekas menjadi solusi bagi banyak orang yang ingin memiliki kendaraan dengan harga lebih terjangkau. Namun, di balik harga yang lebih murah, terdapat banyak risiko yang mengintai jika pembelian tidak dilakukan dengan hati-hati. Banyak pembeli mobil bekas mengalami kerugian besar karena melakukan kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari.

Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mendalam berbagai kesalahan membeli mobil bekas yang sering terjadi, sekaligus memberikan tips agar Anda tidak tertipu dan mendapatkan mobil bekas berkualitas.

1. Terlalu Tergiur Harga Murah

Kesalahan paling umum saat membeli mobil bekas adalah terlalu tergiur dengan harga yang jauh di bawah pasaran. Harga murah memang menggiurkan, tetapi sering kali menyimpan masalah tersembunyi.

Mobil bekas dengan harga tidak wajar biasanya memiliki kondisi sebagai berikut:

  • Bekas tabrakan berat
  • Bekas terendam banjir
  • Mesin bermasalah
  • Surat-surat tidak lengkap
  • Kilometer sudah dimanipulasi

Sebaiknya bandingkan harga mobil sejenis di beberapa platform agar mengetahui harga pasar yang wajar.

2. Tidak Mengecek Riwayat Mobil

Banyak pembeli mobil bekas hanya fokus pada tampilan luar tanpa memperhatikan riwayat kendaraan. Padahal, riwayat mobil sangat penting untuk mengetahui bagaimana mobil tersebut digunakan sebelumnya.

Riwayat yang perlu diperiksa meliputi:

  • Riwayat kecelakaan
  • Riwayat banjir
  • Riwayat servis berkala
  • Jumlah pemilik sebelumnya

Mobil yang sering berpindah tangan patut dicurigai karena bisa saja memiliki masalah serius.

3. Tidak Membawa Mekanik atau Ahli

Kesalahan fatal yang sering dilakukan pembeli pemula adalah datang sendirian tanpa membawa mekanik. Banyak kerusakan mobil tidak bisa dilihat dengan mata awam.

Mekanik dapat membantu mendeteksi:

  • Kondisi mesin sebenarnya
  • Masalah transmisi
  • Kaki-kaki yang sudah aus
  • Kerusakan kelistrikan

Biaya jasa mekanik jauh lebih murah dibanding biaya perbaikan setelah mobil dibeli.

4. Tidak Mengecek Kondisi Mesin Secara Menyeluruh

Mesin merupakan jantung kendaraan. Sayangnya, banyak pembeli mobil bekas hanya mendengarkan suara mesin sekilas.

Tanda-tanda mesin bermasalah antara lain:

  • Suara kasar atau tidak stabil
  • Asap knalpot berwarna hitam atau putih pekat
  • Getaran mesin berlebihan
  • Bau oli terbakar

Pastikan mesin diperiksa dalam kondisi dingin agar masalah bisa terdeteksi.

5. Mengabaikan Kondisi Transmisi

Transmisi, terutama transmisi otomatis, memiliki biaya perbaikan yang mahal. Banyak pembeli tidak melakukan pengecekan transmisi dengan benar saat test drive.

Ciri transmisi bermasalah:

  • Perpindahan gigi terasa kasar
  • Terdapat hentakan saat pindah gigi
  • Mobil terasa selip
  • Respons akselerasi lambat

6. Tidak Memeriksa Kaki-Kaki Mobil

Kaki-kaki mobil memengaruhi kenyamanan dan keselamatan berkendara. Kerusakan kaki-kaki sering baru terasa setelah mobil digunakan.

Bagian kaki-kaki yang perlu dicek:

  • Shockbreaker
  • Ball joint
  • Bushing
  • Tie rod

Bunyi aneh saat melewati jalan rusak bisa menjadi tanda kaki-kaki bermasalah.

7. Mengabaikan Kondisi Interior

Interior mobil mencerminkan bagaimana mobil dirawat oleh pemilik sebelumnya. Interior yang rusak parah bisa menjadi tanda mobil kurang terawat atau bekas banjir.

Hal yang perlu diperiksa:

  • Jok dan karpet
  • Bau lembap atau apek
  • Fungsi AC
  • Panel indikator

8. Tidak Mengecek Sistem Kelistrikan

Mobil modern memiliki sistem kelistrikan yang kompleks. Masalah kecil pada kelistrikan bisa berdampak besar.

Periksa fungsi:

  • Lampu-lampu
  • Power window
  • Central lock
  • Head unit

9. Tidak Memeriksa Nomor Rangka dan Nomor Mesin

Kesalahan ini bisa berujung masalah hukum. Pastikan nomor rangka dan nomor mesin sesuai dengan STNK dan BPKB.

Hindari mobil dengan nomor rangka yang terlihat tidak wajar atau bekas las.

10. Tidak Mengecek Pajak Kendaraan

Mobil bekas dengan pajak mati memang lebih murah, tetapi biaya pengurusannya bisa sangat besar.

Periksa:

  • Status pajak tahunan
  • Pajak lima tahunan
  • Denda keterlambatan

11. Test Drive Terlalu Singkat

Test drive bukan formalitas. Lakukan test drive minimal 10–15 menit di berbagai kondisi jalan.

Perhatikan:

  • Akselerasi
  • Respons rem
  • Stabilitas setir
  • Kenyamanan suspensi

12. Terburu-Buru Mengambil Keputusan

Penjual sering menggunakan tekanan psikologis agar pembeli segera memutuskan. Jangan pernah membeli mobil bekas dalam kondisi tertekan.

13. Tidak Menghitung Biaya Setelah Membeli

Banyak pembeli lupa menghitung biaya tambahan setelah mobil dibeli.

Biaya yang sering muncul:

  • Servis besar
  • Ganti oli dan filter
  • Ganti ban
  • Perbaikan kaki-kaki

14. Membeli dari Penjual Tidak Terpercaya

Membeli mobil bekas dari penjual yang tidak jelas identitasnya meningkatkan risiko penipuan.

Pilih penjual dengan alamat jelas dan reputasi baik.

Kesimpulan

Membeli mobil bekas membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan pengetahuan. Kesalahan kecil bisa berujung kerugian besar. Dengan memahami berbagai kesalahan membeli mobil bekas di atas, Anda dapat menghindari penipuan dan mendapatkan mobil bekas yang layak pakai.

Ingat, mobil bekas yang baik bukan yang paling murah, tetapi yang kondisinya paling sehat dan aman digunakan.